oleh Admin | 26 Januari 2026
Memasuki tahun 2026, tantangan bisnis semakin kompleks. UMKM dan startup tidak lagi cukup hanya fokus pada penjualan, tetapi juga dituntut memiliki sistem keuangan yang rapi, transparan, dan real-time. Di sinilah peran accounting menjadi sangat krusial. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha dan bahkan praktisi akuntansi yang bertahan pada kebiasaan lama yang justru menghambat pertumbuhan bisnis.
Agar bisnis lebih sehat dan siap scale-up, ada sejumlah kebiasaan accounting yang wajib diubah di 2026. Pendekatan Stop – Continue – Start menjadi cara praktis untuk melakukan transformasi tanpa harus mengganggu operasional yang sudah berjalan.
Beberapa praktik berikut sudah tidak relevan di era digital dan berisiko tinggi bagi UMKM maupun startup:
Menunda pencatatan hingga akhir bulan
Pencatatan yang ditunda membuat owner kehilangan gambaran kondisi keuangan secara aktual. Keputusan bisnis pun sering diambil berdasarkan asumsi, bukan data.
Input manual tanpa sistem backup
Pencatatan manual rawan kesalahan, kehilangan data, dan sulit ditelusuri saat audit atau pemeriksaan pajak.
Mencampur keuangan pribadi dan bisnis
Kesalahan ini membuat laporan keuangan tidak valid dan menyulitkan analisis laba, arus kas, serta kewajiban pajak.
Bekerja tanpa SOP dan checklist akuntansi
Tanpa standar kerja, kualitas laporan sangat bergantung pada individu, bukan sistem. Risiko human error pun meningkat.
Revisi laporan berulang karena data tidak rapi
Jika laporan sering direvisi, itu tanda bahwa proses pencatatan dari awal belum terkontrol dengan baik.
Meski banyak kebiasaan perlu diubah, beberapa praktik baik tetap wajib dijalankan secara konsisten:
Tutup buku rutin setiap bulan
Monthly closing membantu UMKM dan startup memantau performa bisnis secara periodik dan mencegah penumpukan masalah.
Rekonsiliasi bank secara berkala
Langkah ini memastikan saldo kas sesuai antara pembukuan dan rekening bank.
Review laporan keuangan utama
Laporan Laba Rugi, Neraca, dan Arus Kas adalah alat utama untuk membaca kesehatan bisnis.
Dokumentasi bukti transaksi yang tertib
Dokumen yang rapi mempercepat audit, pelaporan pajak, dan pengambilan keputusan.
Komunikasi aktif dengan tim dan klien
Akuntansi yang efektif membutuhkan koordinasi lintas fungsi agar data yang dicatat benar dan lengkap.
Inilah langkah strategis yang harus mulai diterapkan di 2026:
Gunakan software accounting terintegrasi
Sistem terintegrasi membantu pencatatan otomatis, mengurangi human error, dan mempercepat pelaporan keuangan.
Terapkan real-time bookkeeping
Pencatatan harian atau mingguan membuat data selalu up to date dan siap dianalisis kapan saja.
Bangun dashboard keuangan sederhana
Dashboard membantu owner dan manajemen memahami kondisi bisnis secara cepat dan visual.
Fokus pada analisis, bukan sekadar input data
Peran akuntansi kini bergeser menjadi mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis.
Lakukan perencanaan pajak sejak awal
Tax planning yang baik mencegah beban pajak mendadak dan membantu menjaga cash flow.
Upgrade skill dan sistem akuntansi
Peningkatan kompetensi, termasuk implementasi sistem pelaporan seperti MAKSI, menjadi kebutuhan mutlak.
Di tahun 2026, accounting bukan lagi sekadar fungsi administratif. Akuntansi yang modern, real-time, dan terintegrasi menjadi fondasi utama pertumbuhan UMKM dan startup. Dengan menghentikan kebiasaan lama yang tidak efektif, mempertahankan praktik terbaik, serta memulai kebiasaan baru berbasis teknologi, bisnis akan lebih siap menghadapi persaingan dan tuntutan regulasi.
PT Maksi Media Indonesia hadir sebagai mitra strategis untuk membantu transformasi sistem akuntansi dan keuangan agar bisnis Anda lebih rapi, patuh, dan berkelanjutan.
Yuk cek profil kami dan dapatkan informasi yang menarik dari #maksimediaindonesia untuk bisnis Anda.
Ikuti KamiKamus Istilah Akuntansi A - Z