7 Cara Dapat Passive Income dari Investasi untuk Pemula (Mulai Rp100 Ribu!)

7 Cara Dapat Passive Income dari Investasi untuk Pemula (Mulai Rp100 Ribu!)

oleh Admin | 04 Maret 2026

Bayangkan kamu bangun tidur pagi hari, cek HP, dan melihat notifikasi bahwa tadi malam uangmu 'bekerja' dan menghasilkan keuntungan — tanpa kamu harus melakukan apa-apa.

Itulah konsep passive income dari investasi. Dan kabar baiknya: kamu tidak perlu kaya dulu untuk mulai. Dengan modal sekecil Rp100 ribu pun, kamu sudah bisa Investasi Cerdas Membangun Kekayaan Anda dari Nol dan memulai perjalanan menuju penghasilan pasif.

Dalam artikel ini, kita akan bahas 7 cara mendapatkan passive income dari investasi yang cocok untuk pemula — lengkap dengan estimasi imbal hasil, risiko, dan tips memulainya.

 

Yang akan kamu pelajari

7 instrumen investasi penghasil passive income | Estimasi imbal hasil masing-masing | Cara memulai dengan modal kecil | Tips memilih yang sesuai profil risiko kamu

 

Sebelumnya: Apa Itu Passive Income dari Investasi?

Passive income adalah penghasilan yang masuk secara otomatis — tanpa kamu harus aktif bekerja setiap hari untuk mendapatkannya. Berbeda dengan gaji atau upah harian yang mengharuskan kamu hadir dan bekerja, passive income 'mengalir' secara rutin setelah kamu melakukan setup awal.

Dalam konteks investasi, passive income bisa datang dalam bentuk:

       Dividen dari saham

       Imbal hasil (return) dari reksa dana

       Bunga dari obligasi atau deposito

       Bagi hasil dari P2P lending

       Sewa properti (termasuk lewat platform digital)

 

Penting Dipahami

Passive income bukan berarti TANPA risiko. Setiap instrumen investasi punya risiko berbeda. Semakin tinggi potensi return, biasanya semakin tinggi pula risikonya.


Perbandingan 7 Instrumen Passive Income dari Investasi

 

#

Instrumen

Potensi Return/Tahun

Risiko

Modal Awal

1

Reksa Dana Pasar Uang

4–6%

Sangat Rendah

Rp10 ribu

2

Obligasi / SBN

5–7%

Sangat Rendah

Rp1 juta

3

Deposito

3–5%

Hampir Nol

Rp1–10 juta

4

Reksa Dana Saham

10–18%

Sedang–Tinggi

Rp10 ribu

5

Saham Dividen

5–15% + dividen

Sedang–Tinggi

Rp100 ribu

6

P2P Lending

10–18%

Tinggi

Rp100 ribu

7

REITs / Dana Investasi RE

6–10%

Sedang

Rp100 ribu

 

7 Cara Dapat Passive Income dari Investasi

1. Reksa Dana Pasar Uang — Paling Aman untuk Pemula

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah pilihan terbaik jika kamu baru pertama kali investasi dan belum mau ambil risiko besar. Dana kamu dikelola oleh Manajer Investasi dan ditempatkan di instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi jangka pendek.

Kenapa cocok untuk pemula? Karena nilai investasinya hampir tidak pernah turun, likuid (bisa dicairkan kapan saja), dan return-nya lebih tinggi dari tabungan biasa.

 

Detail

Info

Potensi return

4–6% per tahun

Risiko

Sangat rendah (tidak ada fluktuasi harian yang berarti)

Modal awal

Mulai Rp10.000 (di platform seperti Bibit, Bareksa, Ajaib)

Cara dapat passive income

Return otomatis menambah nilai investasi kamu setiap hari

 

Cara Mulai

Download aplikasi Bibit atau Bareksa → daftar & verifikasi KTP → pilih Reksa Dana Pasar Uang → invest mulai Rp10 ribu. Selesai dalam 15 menit!

 

2. Obligasi / Surat Berharga Negara (SBN) — Dijamin Pemerintah

Kalau kamu mau passive income yang lebih stabil dan dijamin pemerintah Indonesia, Surat Berharga Negara (SBN) adalah jawabannya. Produk seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SR (Sukuk Ritel) memberikan kupon (bunga) tetap setiap bulan langsung ke rekening kamu.

Yang menarik: SBN dijamin 100% oleh negara. Selama negara tidak bangkrut, uang kamu aman.

 

Detail

Info

Potensi return

5–7% per tahun (kupon tetap)

Risiko

Sangat rendah — dijamin pemerintah Indonesia

Modal awal

Mulai Rp1 juta per unit

Cara dapat passive income

Kupon dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening bank kamu

Kapan beli?

SBN dijual dalam periode terbatas — pantau di www.kemenkeu.go.id

 

3. Deposito — Simpel dan Pasti

Deposito mungkin terdengar 'kuno', tapi untuk orang yang benar-benar tidak mau ambil risiko apapun, deposito masih relevan. Kamu menaruh uang di bank untuk jangka waktu tertentu (1, 3, 6, atau 12 bulan), dan bank membayar bunga tetap.

Satu catatan: return deposito sering kalah dari inflasi (sekitar 3,5% saat inflasi 4–5%). Jadi deposito lebih cocok sebagai 'parkir darurat', bukan instrumen utama passive income jangka panjang.

 

Detail

Info

Potensi return

3–5% per tahun

Risiko

Hampir nol (dijamin LPS hingga Rp2 miliar)

Modal awal

Umumnya Rp1–10 juta tergantung bank

Cara dapat passive income

Bunga dibayar per bulan atau otomatis ditambah ke pokok (roll over)

 

4. Reksa Dana Saham — Passive Income dengan Potensi Terbesar

Reksa Dana Saham adalah cara paling mudah untuk 'ikut' pertumbuhan pasar saham tanpa harus paham analisis saham. Dana kamu dikelola oleh manajer investasi profesional yang berinvestasi di berbagai saham.

Cocok untuk passive income jangka panjang (5+ tahun). Dalam jangka pendek, nilainya bisa naik-turun, tapi secara historis pasar saham Indonesia tumbuh 10–18% per tahun dalam jangka panjang.

 

 Perhatikan

Reksa Dana Saham TIDAK cocok untuk dana darurat atau uang yang akan dipakai dalam waktu dekat. Gunakan hanya uang 'dingin' yang tidak akan kamu butuhkan minimal 3–5 tahun.

 

5. Saham Dividen — Penghasilan Pasif Langsung ke Rekening

Ini favorit banyak investor jangka panjang. Beberapa perusahaan besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin membagi dividen — yaitu sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham.

Contoh saham yang dikenal rutin bagi dividen: BBCA, BBRI, TLKM, UNVR, ICBP. Dividen biasanya dibagikan 1–2 kali setahun dan langsung masuk ke rekening saham kamu.

 

Detail

Info

Potensi dividend yield

3–8% per tahun (plus potensi kenaikan harga saham)

Risiko

Sedang — harga saham bisa turun, dividen tidak selalu pasti

Modal awal

1 lot = 100 lembar saham. BBRI misalnya ~Rp40.000/lembar = Rp4 juta/lot

Cara dapat passive income

Dividen otomatis masuk ke RDN (rekening dana nasabah) kamu

Platform

Buka rekening di broker seperti Stockbit, IPOT, atau BCA Sekuritas

 

6. P2P Lending — Return Tinggi, Risiko Juga Tinggi

P2P (Peer-to-Peer) Lending adalah platform di mana kamu meminjamkan uang ke UMKM atau individu lewat aplikasi, dan mendapatkan bunga sebagai imbal hasilnya. Return-nya sangat menarik — bisa 12–18% per tahun.

Tapi hati-hati: risiko gagal bayar (kredit macet) adalah risiko nyata di P2P lending. Pastikan kamu hanya menggunakan platform yang terdaftar resmi di OJK.

 

Cek OJK Dulu!

Sebelum invest di P2P Lending, wajib cek apakah platformnya terdaftar di OJK di: www.ojk.go.id. Hindari platform tidak resmi — banyak kasus penipuan berkedok P2P lending.

 

7. REITs / Dana Investasi Real Estat — 'Punya' Properti dengan Modal Kecil

REITs (Real Estate Investment Trusts) atau di Indonesia dikenal sebagai DIRE (Dana Investasi Real Estat) memungkinkan kamu berinvestasi di properti — gedung perkantoran, mal, apartemen — tanpa harus beli properti fisik.

Kamu akan mendapat distribusi pendapatan rutin yang berasal dari sewa properti, mirip seperti jadi tuan tanah tapi tanpa repot urus tenant.

 

Detail

Info

Potensi return

6–10% per tahun (distribusi + potensi kenaikan harga unit)

Risiko

Sedang — dipengaruhi kondisi pasar properti

Modal awal

Harga per unit mulai sekitar Rp100–200 ribu (beli di BEI)

Cara dapat passive income

Distribusi dibayarkan rutin (biasanya per kuartal) ke RDN kamu

 

Gimana Cara Pilih yang Tepat untuk Kamu?

Setiap orang punya situasi finansial, tujuan, dan toleransi risiko yang berbeda. Gunakan panduan singkat ini:

 

Profil Kamu

Rekomendasi Instrumen

Baru mulai, belum mau rugi sama sekali

Deposito + Reksa Dana Pasar Uang

Mau passive income bulanan yang pasti

Obligasi SBN (ORI/SR)

Siap investasi jangka panjang 5+ tahun

Reksa Dana Saham + Saham Dividen

Ingin return tinggi, siap risiko lebih besar

P2P Lending (diversifikasi!) + Saham Dividen

Tertarik properti tapi modal terbatas

REITs / DIRE

 

Tips Terbaik

Jangan taruh semua telur di satu keranjang. Idealnya kombinasikan 2–3 instrumen sesuai tujuan: sebagian untuk keamanan (RDPU/deposito), sebagian untuk pertumbuhan (reksa dana saham/saham), sebagian untuk income rutin (SBN/dividen).

 

Cara Mulai Passive Income dari Investasi Hari Ini

Nggak perlu nunggu punya modal besar. Berikut langkah konkretnya:

 

1.     Tentukan tujuan investasi kamu — passive income untuk apa? Dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau tambahan penghasilan bulanan?

2.     Siapkan dana darurat dulu (3–6 bulan pengeluaran) sebelum investasi — jangan gunakan dana darurat untuk investasi

3.     Mulai dari instrumen paling aman: Reksa Dana Pasar Uang di aplikasi Bibit atau Bareksa. Modal Rp10 ribu sudah cukup untuk belajar.

4.     Investasikan secara rutin setiap bulan (Dollar Cost Averaging) — konsistensi lebih penting dari jumlah

5.     Setelah nyaman, mulai diversifikasi ke instrumen lain sesuai tabel profil di atas

 

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa modal minimal untuk dapat passive income dari investasi?

Sangat kecil! Reksa Dana bisa dimulai dari Rp10.000 di aplikasi seperti Bibit atau Bareksa. Saham bisa dimulai dari 1 lot (100 lembar) dengan modal mulai sekitar Rp100 ribu–Rp5 juta tergantung sahamnya. Yang penting mulai, bukan menunggu modal besar.

 

Apakah passive income dari investasi kena pajak?

Ya, beberapa instrumen dikenakan pajak. Dividen saham dikenakan pajak 10%. Bunga deposito dan obligasi dikenakan pajak 20%. Reksa Dana relatif lebih efisien pajak karena keuntungan reksa dana saham tidak dikenakan pajak langsung untuk investor ritel. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk situasi spesifik kamu.

 

Berapa lama sampai bisa merasakan passive income yang signifikan?

Tergantung instrumen dan konsistensi kamu. Untuk instrumen seperti deposito atau SBN, kamu sudah bisa merasakan 'bunga' dalam 1 bulan pertama. Untuk saham dividen, biasanya kamu perlu menunggu jadwal pembagian dividen (umumnya 1–2 kali setahun). Untuk reksa dana saham, hasil paling terasa setelah 3–5 tahun karena efek compounding.

 

Apakah aman investasi lewat aplikasi seperti Bibit, Bareksa, atau Stockbit?

Platform-platform tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga legal dan diawasi regulator. Dana kamu juga disimpan terpisah di Bank Kustodian, bukan di perusahaan aplikasinya. Namun tetap pastikan kamu mengunduh dari sumber resmi (App Store / Play Store) dan jaga kerahasiaan akun.

 

Kesimpulan

Passive income dari investasi bukan mimpi yang hanya bisa diraih orang kaya. Dengan modal sekecil Rp10.000 dan konsistensi, kamu sudah bisa memulai perjalanan menuju penghasilan pasif.

Kuncinya ada tiga: mulai sekarang (jangan tunggu sempurna), konsisten berinvestasi setiap bulan, dan diversifikasi sesuai profil risiko kamu.

Mulai dari yang paling sederhana — Reksa Dana Pasar Uang — lalu perlahan eksplorasi instrumen lain seiring bertambahnya pengetahuan dan kenyamanan kamu.

 

— Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan perencana keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags :

#investasi  #keuangan  

Bagikan :

Ikuti Sosial Media Kami!

Yuk cek profil kami dan dapatkan informasi yang menarik dari #maksimediaindonesia untuk bisnis Anda.

Ikuti Kami

Kamus Istilah Akuntansi A - Z

Mau Pintar & Jago Istilah Akuntansi? Belajar Aja di Maksi!
Kamus Akuntansi
kamus akutansi